Senin, 19 Maret 2018

SABAR DAN HANIF


Copas dari tulisan dr. Raehanul Bahraen:

Untaian Nasehat Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah (salah satu ustadz favorit kami yang telah berpulang):

“Seseorang yang berjiwa hanif bagaikan kaca, dengan kebeningannya, ia dapat melihat kebenaran dari kebathilan, dan dengan ketebalannya hingga syubhat dan keraguan tidak dapat menembusnya karena dia bukan busa yang menyerap setiap sesuatu yang bersentuhan dengannya..”

“Berbahagialah orang yang mendapat ujian, karena pada hakikatnya Allah telah memilihmu untuk jadi seseorang yang sabar. Allah menguji apakah kita lulus ujian dan meraih gelar sabar atau gagal.
Maka wajib bagi kita untuk bersabar atas musibah atau kenyataan pahit yang menimpa.
Yakinlah apa Allah tetapkan padamu akan berujung kepada kebahagiaan selama kita ikhlas menjalaninya..”

“Layaknya sebilah pedang, ia tidak dibuat dengan sentuhan tangan yang lembut, tetapi dengan tempaan palu dan panasnya api.
Begitu juga dengan orang-orang sukses, mereka tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan, tetapi mereka dibentuk melalui air mata, kesulitan, kesukaran, halangan, dan penderitaan .
Semua itu perlu proses. Maka bersabarlah dan bermujahadahlah dan jadilah kalian manusia yang kakinya menapak di bumi namun cita-citanya membumbung ke langit..”

“Ketika akan turun hujan sebagai tanda Rahmat Allah kepada makhluk-NYA, maka akan ada mendung yang mendahuluinya, begitu juga dengan hidup manusia, ketika Allah ingin memberikan kebaikan pada hamba-NYA, maka Allah datangkan ujian yang dengan ujian tersebut Allah tinggikan derajatnya dan Allah ampunkan dosa-dosanya.
InsyaAllah..”

“Jika kau tak bisa menjadi pohon beringin yang rindang di puncak gunung, maka jadilah belukar yang tumbuh di pinggir danau,
Jika kau tak bisa jadi belukar jadilah rumput yang memperkuat tanggul jalan dan jika kau tak bisa menjadi jalan raya,
jadilah engkau jalan setapak yang mengantar orang-orang menuju mata air.
Tidaklah semua orang harus menjadi seorang kapten melainkan harus ada awak kapal yang menemani dan bukanlah besar atau kecilnya tugas/tanggungjawab yang menjadi tolak ukur derajat manusia karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat kepada sesamanya..”

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
“Tidak ada obat yang lebih mujarab bagi yang telah terkena fitnah (ujian, musibah, dsb) daripada kesabaran.
Apabila ia sabar maka fitnah tersebut menjadi pembersih baginya dan penyelamat dari dosa-dosanya,
sebagaimana api dapat membersihkan kotoran emas dan perak.”

(Kitab Ighaatsah al-Lahfaan 2/162)


Sabtu, 17 Maret 2018

KEUTAMAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG

Memulai hari dengan doa dan dzikir sangatlah utama. Demikian pula untuk menutup hari. Dzikir pagi dan petang ibarat pakaian yang harus kita dikenakan. Yangmana pakaian tersebut akan menutupi aurat, memperindah penampilan, menambah wibawa dan melindungi dari berbagai gangguan. Jika tidak mengamalkannya bak berlalu tanpa busana.

Sebagaimana diperintahkan oleh Allah Ta’ala dalam QS Al Ahzab ayat 41-42 yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut asma) Allah, dzikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

Jika waktu pagi dan sore banyak aktivitas, maka dzikir pagi petang bisa diamalkan saat berkendaraan menuju dan pulang dari kerja atau sekolah.

Diantara keutamaan dzikir pagi dan petang adalah:

1.  Tercukupi segala kebutuhannya.

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan Surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas masing-masing tiga kali ketika pagi dan sore hari [dzikir no.2], maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu [HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182)].

2. Jika meninggal akan masuk surga.

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini [sayyidul istighfar, dzikir no. 5) di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306)).

3. Mendapatkan ridho Allah di hari kiamat.

Dalam hadits Tsauban bin Bujdud radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini [dzikir no. 10] sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)
Lihat pula dalam Shohih at-Targhib wat Tarhib I/415 no. 657. Dishohihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak I/518 dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Lihat pula Shohih al-Wabilush Shoyyib hal. 170, Zaadul Ma’ad II/372, Silsilah al-Ahadits ash-Shohihah no 2686 (Dzikir Pagi dan Petang oleh Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

4. Menjadi orang terbaik di hari kiamat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallahi wa bi hamdih’ [dzikir no. 13] di pagi dan sore hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.” (HR. Muslim (4/2071, no. 2692)).

5. Mendapat pahala seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat 100 kebaikan, dihapus 100 kesalahan, terjaga dari gangguan setan, dan merupakan sebaik-baik amalan.

Dalam hadits disebutkan  bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir [dzikir no. 14] dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga sore hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.  (HR. Bukhari disertai Fathul Bari (4/95, no. 3293) dan Muslim (4/2071, no. 2691))
Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya lafazhnya: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762.

6. Tidak ada yang dapat memudhorotkan.

Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir [dzikir no. 9] sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)

7. Mendapatkan syafa’at.

Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku [dzikir no.18] sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti.”  (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))

8. Mendapatkan pahala berlipat ganda.

Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin) rodhiyallohu ‘anha, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika keluar darinya (rumah istrinya-Juwairiyah) di saat pagi hari ketika beliau sholat Subuh, sedang dia berada di tempat sholatnya. Kemudian Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang setelah sholat Dhuha sementara Ummul Mukminin sedang duduk (di tempat sholatnya), seraya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ”Masihkah engkau dalam keadaan yang tatkala aku tinggalkan?” Ummul Mukminin menjawab, ”Ya, benar.” Lalu beliau bersabda, ”Aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali setelahmu, seandainya kalimat-kalimat itu ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan mulai hari ini, pasti (kalimat-kalimat itu) akan lebih berat, yaitu : “Subhanallohi wa bihamdihi, ‘adada kholqihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimaatihi” [dzikir no. 15] [Diriwayatkan oleh Muslim 44/17, Tirmidzi 67/13, Abu Dawud 369/4, Ibnu Majah 423/2]

9. Terlindung dari bahaya racun.

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini [dzikir no. 16] di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45).

10. Terbebas dari kemalasan dan kesengsaraan di masa tua [dzikir no 3].

11. Terlindung dari tipu daya setan [dzikir no 1]. kekafiran dan kefakiran/kemiskinan [dzikir no. 7].

12. Diberikan pertolongan [dzikir no. 4], kesehatan pada pendengara, dan penglihatan, keselamatan pada dunia akhirat, agama, keluarga dan harta [dzikir no.6 dan 7].



Artikel terkait:

Jumat, 16 Maret 2018

MENGAMBIL PELAJARAN HIDUP DARI STEPHEN HAWKING


Mengambil pelajaran hidup dari Stephen Hawking (dikutip dari berbagai sumber).

Stephen Hawking telah didiagnosis mengidap penyakit amytrophic lateral sclerosis sejak usia 21 tahun, di mana kebanyakan penderita penyakit ini tidak mampu bertahan hidup sampai lima tahun. Ia sendiri diprediksi hanya akan mampu bertahan 2 sampai 3 tahun saja. Namun ternyata 55 tahun bisa ia lalui, tetap terlihat kuat dan aktif berkarya hingga ajal menjemput.

Hawking memiliki motivasi yang dipegang teguh, diantaranya:

1. Berpikirlah seperti orang normal. Jangan jadikan kekurangan sebagai penghalang. Jika mereka bisa, andapun pasti bisa. Ia mengatakan, "Saya mencoba menjalani kehidupan yang normal semaksimal mungkin dan tidak memikirkan kondisi penyakit ini. Saya beruntung, penyakit saya berkembang lebih lambat. Artinya, saya tidak kehilangan harapan (untuk bertahan hidup)," seperti dikutip CNN, Rabu (14/3/2018).

2. Sesulit apa pun hidup ini, selalu ada sesuatu yang dapat dilakukan yang membuat anda sukses. Yang terpenting adalah semangat.

3. Untuk orang yang punya keterbatasan, maka berkonsentrasilah pada sesuatu yang tidak dapat diganggu dengan keterbatasan itu, jangan sesali hal-hal yang mengganggu. Jangan menjadi terbatas secara jiwa dan pikiran seperti halnya jasmani anda.

Jika Hawking tidak mempercayai adanya Tuhan (atheis) maka kita masih punya satu motivasi hebat yang tidak ia miliki yakni yakin bahwa Allah Yang Maha Menghidupkan, Maha Memelihara, dan hanya Dia Yang Maha Mematikan… Al Muhyi, Al Qoyyum, Al Mumiit

Jumat, 23 Februari 2018

DOA AGAR ANAK MENJADI SHOLIH SHOLIHAH


Mempunyai anak yang sholih sholihah adalah dambaan setiap orangtua. Salah satu usaha untuk mewujudkannya adalah dengan doa. Ada beberapa doa dalam Al Qur’an (doa para Rasulullah) dan dari hadits Nabi Sholallaahu ‘Alaihi Wa Sallam yang bisa diamalkan.
Diantaranya adalah:

1. رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Robbi hablii minash-shoolihiin
Yaa Rabbku, anugerahkan kepadaku (anak) yang termasuk orang-orang saleh (QS. Ash Shaffaat: 100).

2. رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Robbi hablii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii ’ud-du ’aa’
Yaa Rabbku, berilah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa (QS. Ali Imron: 38).

3. رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Robbi awzi’-nii an asy-kuro nimatakallatii an-‘amta alayya wa alaa waalidayya wa an amala shoolihan tardhooh, wa ash-lihlii fii dzurriyatii, inni tubtu ilaika wa inni minal muslimiin
Yaa Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (QS. Al Ahqof: 15).

4. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Robbanaa hab-lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota ayun waj-‘alnaa lil muttaqiina imaamaa
Yaa Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan hidup dan anak keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqon: 74).

5.  اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي
Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik-lii fiimaa athoitanii
Yaa Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah segala yang telah Engkau karuniakan. (Disarikan dari HR. Bukhari dan Muslim)

6. رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Robbij-‘alnii muqiimash-sholaati wa min dzurriyatii, Robbanaa wa taqobbal du-‘aa’
Yaa Rabb kami, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, Yaa Rabb kami, perkenankanlah doaku (QS. Ibrahim: 40).

7. رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Robbi hablii hukman wa alhiqnii bish-shoolihiin
Yaa Rabbku berikanlah kepadaku hikmah (ilmu, pembelajaran) dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih (QS. Asy-Syuara: 83)
وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ
Waj-‘allii lisaana shid-qin fil-aakhiriin
Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang di kemudian hari (QS. Asy-Syuara: 84)
وَاجْعَلْنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
Waj-‘alnii miw-warotsatin-na’iim
Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan (QS. Asy-Syuara: 85)
 وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ
Waghfir li abii innahu kaana minadhoolliin
Dan ampunilah bapakku, sesungguhnya ia termasuk golongan orang-orang yang sesat (QS. Asy-Syuara: 86)
وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ
Walaa tukhzinii yauma yub-‘a-tsuun
Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari kebangkitan (QS. Asy-Syuara: 87)
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
Yauma laa yanfa-‘u maalu walaa banuun
(Yaitu) hari dimana harta dan anak-anak tidak berguna (QS. Asy-Syuara: 88)
إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Illa man atallaaha bi qolbin salim
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS. Asy-Syuara: 89)

Bisa ditambah dengan kalimat
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ قَلْباً سَالِماً
Allaahumma innii as-aluka qolban saliman
Yaa Allah sesungguhnya aku bermohon kepada-Mu hati yang bersih.

Catatan:
Doa nomer 7 adalah doa Nabiyullah Ibrahim 'Alaihissalam. Jika kondisi kita berbeda dengan beliau (ayah kita bukan orang musyrik) maka Surah Asy-Syuara ayat 86
(  وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ  )  
dalam hal ini, tidak perlu dibaca. 



Allaahu A'lam


Artikel terkait:

Jumat, 11 Agustus 2017

DOA DAN DZIKIR PETANG

DZIKIR YANG DIBACA DI WAKTU PETANG
(Dari tenggelam matahari atau waktu maghrib hingga pertengahan malam)
 أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A-‘uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.
Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
[1] Membaca Ayat Kursi (Dibaca 1x)
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allaahu laa ilaaha illaa huwal Hayyul Qoyyuum, la ta’khu-dzuhuu sinatuw walaa nauum, lahuu maa fis-samaawaati wamaa fil-ardh, man dzalla-dzii yasy-fa’u ‘indahuu illaa bi-idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, walaa yuhii-thuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal ardh, walaa ya-uuduhu hif-zhuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim.
Artinya:
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) 
[2] Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas (Masing-masing dibaca 3x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Bismillaahir-rohmaanir-roohiim.
Qul huwallaahu ahad. Allaahush-shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahuu kufuwan ahad.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Bismillaahir-rohmaanir-roohiim.
Qul a-’uudzu birobbil-falaq. Min syarri maa kholaq. Wamin syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wamin syarrin-naffaa-tsaati fil ‘uqod. Wamin syarri haasidin i-dzaa hasad.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
Bismillaahir-rohmaanir-roohiim.
Qul a-‘uudzu birobbinnaas. Malikinnaas. Ilaahinnaas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas. Minal jinnaati wan-naas.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6)
[3] Dibaca 1x
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Amsainaa wa amsal mulku lillaah walhamdulillahi, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haa-dzihil lailati wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’uudzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’uu-dzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’uu-dzu bika min ‘a-dzaabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
Artinya:
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” 
[4] Dibaca 1x
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Allahumma bika amsainaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” 
[5] Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’uu-dzu bika min syarri maa shona’tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahuu laa yagh-firudz-dzunuuba illa anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
[6] Dibaca 3x
اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma ‘aafini fii badanii, allahumma ‘aafini fii sam’ii, allahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illa anta. Allahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri, wa a’uudzubika min ‘adzaabil qabri, laa ilaaha illa anta. 
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah kesehatan pada badanku, pada pendengaranku dan pada penglihatanku, tiada sembahan (yang berhak disembah) selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan (yang berhak disembah) selain Engkau.” 
[7] Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid-dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘aurootii wa aamin rou’aatii. Allahummah-fazh-nii mim baini yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fauqii wa a’u-udzu bi ‘a-zhomatika an ugh-taala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan segala sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau makhluk lain, tenggelam dalam bumi, dsb yang membuat aku jatuh/celaka).” 
[8] Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allahumma ‘aalimal- ghoibi wasy-syahaadati faa-thiros-samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikahu. Asy-hadu alla ilaaha illa anta. A’uu-dzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaithooni wa syirkihi, wa an aq-tarifa ‘alaa nafsii suu-an au ajurruhu ilaa muslim.
Artinya:
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku sendiri, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menimpakan (keburukan) kepada seorang muslim.” 
[9] Dibaca 3x
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillaahilla-dzii laa ya-dhurru ma’asmihi syai-un fil ar-dhi wa laa fis-samaa’ wa huwas-samii’ul ‘aliim.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 
[10] Dibaca 3x
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” 
[11] Dibaca 1x
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum, bi-rohmatika as-ta-ghiits, wa ash-lih-lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah diserahkan kepadaku (segala urusanku) walaupun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” 
[12] Dibaca 1x
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Amsainaa ‘alaa fithrotil islaami wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin
Artinya:
“Di waktu petang kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” 
[13] Dibaca 100x
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallaahi wa bi-hamdihi.
Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” 
[14] Dibaca 1x ; 10x ;100x
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
Artinya:
“Tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” 
[15] Dibaca 3x
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Subhanallaahi wa bi-hamdihi, ‘adada kholqihi wa ridhoo nafsih wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
Artinya:
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” 
[16] Dibaca 3x
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’uu-dzu bikalimaatillaahit-taammaati min syarri maa kholaq.
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” 
[17] Dibaca 100x
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagh-firullaaha wa atuubu ilaih.
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”
[18] Dibaca 10x
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ 
Allahumma sholli wa sallim ‘alaa nabiyyina Muhammad
Artinya:
“Ya Allah limpahkanlah sholawat dan salam atas junjungan kami Muhammad.” 

Artikel yang terkait:
Doa dan Dzikir Pagi